Paul Tobing On Knowledge

Knowledge Leader

Posted on: October 24, 2009

Oleh: Paul Lumbantobing (artikel ini sudah dimuat dalam majalah INSPIRE Edisi Agustus 2009)

Dalam rubrik Knowledge Management Inspire edisi Juli 2009 yang lalu, sudah dijelaskan bahwa penerapan knowledge management (KM) harus melibatkan elemen-elemen strategis perusahaan. Salah satu elemen strategis tersebut adalah leadership atau kepemimpinan. Di dalam leadership ada leader yaitu orang yang menjalankan kepemimpinan, ada visi dan values yaitu roh yang menggerakkan seorang pemimpin dan yang dipimpin, ada model kepemimpinan dan yang terakhir, tentu ada yang dipimpin.

Banyak korporasi merasa sudah menerapkan KM ketika mereka sudah memiliki teknologi KM, melaksanakan berbagai even KM, mengintegrasikan proses learning dan sudah memiliki kebijakan  KM, padahal mereka belum menyentuh aspek kepemimpinan. Menyentuh aspek ini tentu bukan hal yang mudah, karena yang dituntut berubah lebih dahulu adalah para pimpinan puncak suatu perusahaan, yang sering merasa tidak ada yang salah dengan cara-cara mereka menerapkan kepemimpinan mereka selama ini, dan mereka tentunya merasa nyaman dengan habitual leadership mereka. Bahkan ada perusahaan yang harus memanfaatkan jasa konsultan hanya untuk mendapat komitmen keterlibatan dari jajaran pimpinan senior perusahaan tersebut.

Peran kepemimpinan dalam KM sangat penting, hal ini disebabkan elemen terpenting dari penerapan KM adalah manusia, budaya dan knowledge itu sendiri. Manusia merupakan aktor yang mengembangkan, membagikan dan menerapkan pengetahuan. Sedangkan budaya perlu untuk memberikan atmosfir yang kondusif bagi berjalannya proses-proses KM. Sedangkan knowledge merupakan objek yang dikelola yang memiliki sifat yang khas yaitu dinamis dan bersifat intangible. Ketiga faktor inilah yang mendorong dibutuhkannya perubahan paradigma kepemimpinan dalam penerapan KM.

Dari aspek manusia, terjadi perbedaan karakteristik yang signifikan antara pekerja pada era knowledge dengan era industri. Pekerja dalam era knowledge adalah knowledge worker bandingkan dengan skill worker pada era industri.  Knowledge worker lebih banyak menggunakan otak dari pada perangkat fisikalnya dalam bekerja, dan dia sehari-hari bekerja dengan informasi, knowledge dan ide-ide. Sedangkan skill worker adalah pekerja terampil yang mengerjakan pekerjaan rutin dari hari ke hari.

Selain itu, dari aspek sumber daya yang dikelola dan diproduksi dalam era knowledge sangat berbeda dengan era sebelumnya. Pada era knowledge, yang dikelola dan diproduksi  adalah knowledge. Knowledge tidak seperti barang mati yang diproduksi oleh  perusahaan manufaktur yang begitu mudah diatur sedemikian rupa,  tetapi knowledge adalah suatu hal yang bersifat intangible, hidup dan dinamis dan membutuhkan suatu konteks tertentu untuk penerapannya.

Hal lain, yang mungkin juga penting yang merupakan akumulasi dari berbagai aspek-aspek sebelumnya, penerapan KM berimplikasi kepada dibutuhkannya suatu kultur yg baru, yaitu knowledge culture, suatu kultur yang sangat mengdorong terciptanya dan mengalirnya knowledge di dalam suatu perusahaan. Kultur baru tentu membutuhkan suatu kepemimpinan, karena melalui pemimpinlah, perubahan dan pemebentukan kultur dapat terjadi dengan lebih efektif.

 

Isu selanjutnya adalah, gaya kepemimpinan seperti apa yang lebih tepat diterapkan dalam suatu organisasi yang akan menerapkan KM? Seperti kita ketahui, ada berbagai jenis kepemimpinan, seperti individual leadership, shared leadership, situational leadership, namun yang paling populer adalah jenis kepemimpinan transaksional (transactional leadership) dan transformasional (transformational leadership).

Wartburg dan Thorsten (2006) dengan mengintegrasikan berbagai sumber menjelaskan makna kepemimpinan transaksional dan transformasional sebagai berikut:

Transactional leadership adalah suatu gaya yang bersifat transaksional dimana pemimpin memberikan reward berdasarkan kinerja, pemimpin memonitor perilaku dan kinerja anggotanya dan melakukan koreksi jika menyimpang dari target.

Transformational leadership adalah suatu gaya yang bersifat transformatif, dimana:

  1. pemimpin memberikan pengaruh dengan menunjukkan keyakinan, menekankan trust, dan menyampaikan nilai-nilai yang diyakininya.
  2. pemimpin memberikan motivasi yang inspiratif, antara lain dengan mengartikulasikan visi, berdiskusi dengan optimis dan antusias.
  3. pemimpin memberikan stimulasi intelektual, misalnya dengan merangsang anggotanya untuk selalu memiliki perspektif yang baru dalam melakukan sesuatu.
  4. pemimpin menghargai individu dan kebutuhan individu dalam berinteraksi dengan anggota.

 

Pendapat yang beredar di dalam berbagai literatur dan forum mengenai kepemimpinan, lebih menekankan kepada kepemimpinan yang bersifat transformatif. Karena kepemimpinan jenis ini sangat berorientasi kepada perubahan dan kepada manusia.

Kalau tadi kita sudah membahas kepemimpinan dari aspek teori dan konsepnya, maka sekarang kita menuju isu selanjutnya. Tindakan praktis apa saja yang akan dilakukan seorang leader untuk membangun knowledge enterprise?

C.B. Crawford (2009) seorang guru besar pada Department of Leadership Studies Fort Hays State University USA, mengatakan bahwa tugas-tugas seorang leader pada knowledge enterprise, berfokus kepada hal-hal sebagai berikut:

  • Menciptakan kultur yang menghargai knowledge, menguatkan knowledge sharing dan meretensi knowledge worker dan membangun loyalitas mereka kepada perusahaan.
  • Memastikan bahwa siapapun yang berada di dalam posisi supervisor menerima training, empowerment, dan mendukung prmosi budaya yang diinginkan.
  • Membangun infrastruktur knowledge dan sistem pendukung yang meningkatkan dan memfasilitasi knowledge sharing dan penerapannya.

 

Secara lebih praktis, Garvin dan rekan-rekan (2008) dari Harvard, mengatakan bahwa kepemimpinan yang mendorong pembelajaran, merupakan salah satu building block untuk membangun learning organization, disamping lingkungan learning yang mendukung dan proses dan praktek learning yang kongkrit. Learning organization sangat kuat dipengaruhi oleh perilaku para pemimpinnya. Beberapa perilaku praktis yang diharapkan dari para pemimpin di dalam suatu organisasi pembelajar adalah, mereka nyaman menerima masukan dari orang lain. Pemimpin juga memiliki kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan pengetahuan mereka sehingga mereka tidak cenderung mendominasi ide atau cenderung untuk menggalang dukungan untuk ide mereka.

Selain itu, knowledge leader selalu berusaha mendengar masukan dengan penuh perhatian dan mendorong munculnya pandangan-pandangan dari sudut yang berbeda. Tentu untuk itu mereka harus menyediakan waktu dan sumber daya yang cukup untuk mengidentifikasi masalah dan tantangan yang dihadapi organisasi serta untuk melakukan refleksi dan penyempurnaan kinerja masalalu organisasi.

 

Membangun sifat-sifat pemimpin seperti yang diuraikan dalam kolom ini tentu bukan hal yang mudah, karena untuk memiliki karakteristik seperti itu membutuhkan komitmen pribadi seorang pemimpin. Pemimpin harus merubah dirinya sendiri lebih dahulu sebelum merubah organisasi yang dipimpinnya. Saya yakin banyak eksekutif sudah mempelajari dan memahami hal ini, tidak semua knowledge mampu merubah pemiliknya, selalu ada gap antara knowledge dengan action, dan gap ini hanya dapat diatasi dengan komitmen pemimpin. (paul.lumbantobing@gmail.com)

2 Responses to "Knowledge Leader"

Nevertheless College,normal parliament primary call treaty source target grant link no star holiday base fresh expectation finish expect cry i principle throw home manage influence acid well wife election mass shout north red block target draw surely alone trip aspect necessary garden treaty tooth hope standard drive finance event time whilst receive exist blow entry objective director growing exactly force reflect trip only vote reason assume accident maintain manner mind shot present bag cos file beyond return almost employ die start press ball clear simple hope south

Reblogged this on malikwords and commented:
for me🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: