Paul Tobing On Knowledge

Bandung Knowledge City

Posted on: July 11, 2008

Paul L.Tobing/Dimuat di Harian Pikiran Rakyat, Awal September 2007

 

Karakter kota Bandung saat ini sudah semakin tidak jelas dan kabur. Padahal identitas kota itu penting dan menjadi daya tarik utama untuk didiami oleh warga dan untuk dikunjungi warga kota atau negara lainnya. Berbagai slogan sudah pernah disebarkan, tetapi sepertinya belum ada yang “menendang” dan mampu merubah karakter kota ini.

 

Karakter suatu kota biasanya dapat dilihat dari karakter warganya, pekerjaan sebagian besar warganya, produk utama dari suatu kota, arsitektur bangunan atau landscape dari suatu kota. Inilah sebabnya kita sering mendengar istilah kota seni, kota industri, kota wisata, kota pendidikan, kota pantai atau kota air/kanal. Tetapi ada satu ciri kota yang ingin saya usulkan dalam artikel ini, yaitu knowledge city atau kota pengetahuan, apa ciri-ciri knowledge city, tantangan apa yang harus dihadapi, dan bagaimana potensi Bandung untuk menjadi knowledge city, serta yang terpenting apa manfaat knowledge city untuk warga kota Bandung. Itulah yang ingin diuraikan secara sederhana dalam tulisan ini.

 

Ciri-Ciri Knowledge City

Ciri-ciri ini dibentuk oleh sebagian besar masyarakat kota dan menjadi nilai-nilai yang secara kolektif dimiliki oleh warga suatu kota. Knowledge City didominasi masyarakat berpengatahuan (knowledge society), yang menurut Evers (2005), memiliki karakteristik sebagai berikut :

§         Anggota masyarakat ini memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi dari masyarakat lainnya dan proporsi knowledge worker dalam tenaga kerjanya semakin meningkat.

§         Industrinya sudah menggunakan teknologi modern dalam menghasilkan produk-produk.

§         Organisasi pemerintahan, swasta dan masyarakat sipilnya ditransformasikan menjadi organisasi pintar (intelligent organization).

§         Jumlah knowledge yang terorganisir dalam bentuk pengalaman yang didigitalkan meningkat, yang disimpan dalam penyimpan data, sistem ekspert, rencana kota dan media lainnya.

§         Warga kotanya memiliki karya-karya monumental baik di kota itu sendiri, maupun di kota lain.

§         Memiliki pusat-pusat produksi pengetahuan dan ekspertis berupa sekolah, perguruan tinggi, pusat pendidikan dan pelatihan, museum, perpustakaan, laboratorium, dan padepokan yang unik, sehingga menjadi tempat tujuan orang dari berbagai penjuru dalam mencari pengetahuan.

 

Selain itu, karakteriatik lainnya yang harus dimiliki untuk menjadi knowledge city adalah penduduknya menghargai keberagaman dan memperlakukannya sebagai sumber kekayaan. Kemudian warga dan pemerintahan kota menghargai sejarah, dengan memelihara dokumen dan situs-situs bersejarah. Selanjutnya, gaya hidup penduduk yang bersahabat dengan lingkungan dan alam, birokrasi pemerintahan yang sederhana tetapi tegas, serta porsi  e_literacy (kemampuan penduduk dalam mendayagunakan internet untuk kehidupannya) sudah mulai dominan.

 

 

Potensi Bandung

Bandung memiliki sejarah panjang tentang pengetahuan dan tradisi keilmuan yang cukup panjang, di kota ini banyak ilmuwan kelas dunia berkarya, sebut saja Dr. Junghun, yang makamnya masih dapat kita temukan di Jaya Giri Lembang, belum lagi pecinta ilmu seperti Boscha, yang namanya diabadikan untuk observatorium ruang angkasa di Boscha.

 

Di kota ini juga sudah dididik ribuan anak muda yang sudah berhasil menjadi pemimpin bangsa ini seperti Sukarno. Saya yakin presiden SBY juga pernah digembleng di kota ini dalam perjalanan karir militernya, karena sebagian besar pusat pendidikan dan pelatihan kemiliteran berada di kota ini atau sekitarnya. Tidak terhitung lagi pemimpin setingkat menteri, pengusaha dan tokoh dalam berbagai bidang yang sedikit banyak pernah dibentuk di kota Bandung ini

 

Bandung terkenal dengan pusat-pusat pengetahuan, pendidikan, penelitian, pelatihan dan seni yang terpandang di negeri ini. Untuk pendidikan, kota ini memiliki ITB, UNPAD, STT Telkom dan lain-lain. Di bidang penelitian, di kota ini hadir LIPI, LAPAN, LEN, RDC (research and development centre) Telkom dan lain-lain. Untuk pusat pelatihan tidak perlu disebutkan lagi berbagai perusahaan dan lembaga menempatkan pusat pelatihannya di kota ini. Bandung juga memiliki galeri-galeri dari berbagai jenis kesenian. Dari kota ini lahir seniman-seniman terkenal dalam berbagai bidang.

 

Penduduk Bandung juga memiliki berbagai hobby yang fun dan kreatif. Disini klub-klub untuk para hobbyiest ada dimana-dimana, dan kalau mereka mejeng atau konvoi sungguh menambah keindahan kota ini. Selain itu, Bandung juga memiliki banyak bangunan-bangunan bersejarah yang sering disebut-sebut dalam buku-buku sejarah negeri ini

 

Berdasarkan uraian di atas, karakteristik masyarakat yang dikemukakan Evers itu sebenarnya sebagian besar syarat atau sifat itu sudah dimiliki Bandung. Tantanganya sekarang adalah bagaimana karakteritik kota ini dapat didayagunakan sebagai daya tarik kota dan bagaimana karakteristik tersebut dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota ini.

 

Tantangan

Tantangan utama dalam membangun knowledge city adalah membangun modal intelektual dari suatu kota. Modal intelektual itu antara lain dapat berupa :

·        Birokrasi pemerintahan yang sederhana, transparan, bersih dan melayani masyarakat, merupakan faktor yang dominan dalam mempengaruhi suasana kota. Untuk mencapai ini pemerintah kota dapat menerapkan kebijakan-kebijakan khusus, misalnya dengan meningkatkan kesejahteraan pegawai pemerintahan dan di sisi lain menerapkan penegakan disiplin dengan tegas.

·        Sistem perpajakan yang sederhana dan transparan, untuk itu berbagai pungutan yang tidak resmi dan tumpang tindih perlu dihilangkan. Kemudian penggunaan pajak juga harus transparan dan diraskan manfaatnya oleh masyarakat.

·        Sistem hukum yang transparan dan adil, hal ini yang paling sulit dan sudah menjadi masalah nasional, namun pemerintah kota dapat melobi pihak yang berwewenang agar hakim, jaksa, dan polisi yang ditempatkan di Bandung adalah orang-orang bersih. Bahkan pemerintah kota dapat memberi semacam insentif bagi penegak hukum agar mereka tidak perlu berperilaku macam-macam dalam melaksanakan tugasnya..

·        Membenahi sistem pendidikan dengan merekrut pendidik yang profesional dan meng-upgrade guru-guru eksisting dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Disamping itu, pemerintah harus berusaha memberikan kesempatan bagi semua orang untuk memperoleh pendidikan sesuai talentanya.

·        Pemerintah membangun jaringan perdagangan yang luas dengan kota-kota lain baik di dalam maupun di luar negeri.

·        Pemerintah kota membangun infrastruktur komunikasi yang canggih sehingga seluruh warganya memiliki akses ke informasi yang mereka butuhkan.

 

 

Manfaat Knowledge City

Sumber kesejahteraan masyarakat saat ini bukan lagi terletak pada jumlah aset-aset fisik yang dimiliki, tetapi sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh warga suatu kota. Jika pemerintah mampu mengatasi tantangan-tantangan di atas, maka knowledge environment akan terbangun, dan suasana pengetahuan ini akan membuat masyarakat kota ini kreatif dan inovatif, pengusaha-pengusaha juga akan lebih banyak berkonsentrasi memenuhi kebutuhan pelanggannya. dan mereka tidak lagi direpotkan dengan berbagai pesan dari oknum tertentu atau pungutan-pungutan yang tidak lazim. 

 

Karena sudah berpengetahuan, maka warga kota ini juga akan lebih menggunakan hati dan pikirannya dari pada otot dalam menyelesaikan berbagai masalah. Mereka akan lebih rasional dalam menanggapi berbagai isu. Mereka tidak gampang lagi dipengaruhi oleh pernyataan berbagai tokoh yang berusaha mengarahkan atau menyesatkan.

 

Bandung sebagai knowledge city, akan ramai dikunjungi wisatawan dan orang-orang yang ingin menggali ilmu dan seni dalam berbagai bidang. Kota ini akan dimeriahkan berbagai kegiatan expo, seminar, konferensi, atraksi seni dan berbagai pertunjukan yang kreatif sehingga membuat warga kota lain akan mendambakan untuk menginjakkan kakinya di kota ini. Yah opini ini mungkin bersifat utopis, yang mudah-mudahan tidak diadopsi menjadi janji-janji kosong oleh para calon walikota Bandung di masa mendatang. Walau hanya mimpi, kalau pemimpin memiliki kemauan, maka bukan merupakan susuatu yang mustahil untuk dicapai. Dan yang terpenting, dengan menjadi knowledge city, Bandung akan menjadi model bagi kota-kota lain di tanah air dalam membentuk masyarakat berbasis pengetahuan di Indonesia. (Paul L. Tobing, tinggal di Bandung dan merupakan penulis buku : Knowledge Management : Konsep, Arsitektur dan Implementasi)

4 Responses to "Bandung Knowledge City"

ulasan ini sangat bagus, bisa jadi referensi untuk tesis saya… about knowledge city.. kalau masyarakat dan pemerintah kota Bandung benar-benar memahami manfaat knowledge city saya yakin kota Bandung akan lebih maju

Dear Grace, jika ingin membuat tesis..saya punya jurnal tentang Knowledge City, saya akan share kalau butuh. Tks

telaah karakteristik masyarakat bandung dikaitkan dengan teori knowledge city atau memang masyarakat bandung itu ternyata sudah memenuhi sebagian besar dari kriteria knowledge city ya pak? saya sedang menyusun tesis untuk memenuhi salah satu bahasan tentang karakteristik masyarakat bandung ini… terimakasih..

Mantap, kota lain di Indonesia perlu juga ditransformasikan menjadi knowledge city

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: